Selasa, Januari 28, 2014

Mahir Arsyad : Toleransi adalah Gen masyarakat tarakan


Tarakan. 25/01. Melihat struktur demografi tarakan tidak berlebihan jika kita katakan bahwa tarakan adalah miniatur Indonesia. Kita saksikan berbagai masyarakat suku ada semua ditarakan dari aceh hingga papua, dari dayak hingga sasak pulau rote. kita juga menyaksikan beraneka ragam menu masyarakat tarakan sangat bervariasi. Menjadi pemimpin ditarakan bisa menjadi miniatur pemimpin indonesia. Mengelola keberagaman tentunya memerlukan sikap bijak, tegas, sekaligus toleran para pemimpinnya. Tanpa perpaduan ketiga sikap ini menjadi timpang dalam mengelola keberagaman. 

Mahir Arsyad Caleg PKS dapil 3 No 5 kota tarakan angkat bicara soal toleransi dalam masyarakat tarakan, khususnya masyarakat RT 62. Di wilayah yang di ketuai oleh Bpk Nundangi ini memiliki 3 Gereja dan 3 Masjid. "Walaupun untuk pembangunan Masjid sendiri kami melalui swadaya masyarakat gotong royong membangunnya " Terang ketua RT 62. "Saya Rasa walaupun beragam suku dan agama sangat kentra di RT ini, namun saya yakin tidak ada masalah yang berarti. Sebagian besar warga sini adalah pendatang dan mereka sudah sejak lama hidup berdampingan dengan rukun. Misalnya saja saya, saya besar di sulawesi sejak dari kecil sudah bertetangga dengan warga toraja. Jadi sudah tidak lagi menjadi masalah ketika didaerah baru harus bersosialisasi dengan berbagai agama, suku, dan ras. Toleransi sudah merupakan ciri masyarakat kita " Terang Mahir Arsyad. 

Bapak dengan satu anak ini melanjutkan "siapapun nanti yang terpilih, saya harap mereka memperhatikan daerah sini, Pembangunan infrastruktur jalan dan drainase diperhatikan. Begitu pula pendidikan anak terutama usia wajib belajar. Karena masih ada banyak yang putus sekolah kita perlu motivasi dan fasilitasi mereka". "Mohon doa agar saya bisa eksis di masyarakat dan eksis di PKS, bersama membangun masyarakat. Mulai dr diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara. Dan tentunya demi akidah kita." Terang Caleg pks ini. 

Kita berharap masyarakat modern tarakan yang egaliter, moderat, dan religius akan terus tumbuh membangun impian "The Litle Singapore". Kota perbatasan yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia dengan Cinta, Kerja dan Harmoni. (Tim media)

Tidak ada komentar: