Minggu, Februari 09, 2014

Bagaimana Mengelola Keuangan Perusahaan

posting'an dari majalah swa mkn bisa jadi bahan bacaan bagi teman2 yg suka bisnis sampingan. silahkan menyimak sesi konsultasi bersama daniel saputrao. 

penanya :
Saya baru memulai usaha sampingan. Bagaimana mengelola keuangan perusahaan, misal berapa persen untuk gaji, biaya operasional, pengembangan usaha. Terima kasih
Ahmad Rosad
rosad@fmipa.itb.ac.id
Jawaban
Saya salut kepada pak Ahmad. Walau sudah mempunyai pekerjaan tetap, tetapi masih mau berusaha dan mencari tambahan sampingan. Tentunya hal ini akan menambah waktu kerja dan  menyita energi bapak di rumah jika sudah bekeluarga.
Ada beberapa keuntungan usaha sampingan:
  1. Usaha sampingan adalah  langkah awal untuk memulai  bisnis penuh waktu. Jika usaha sampingan itu semakin maju, tentunya dapat dipertimbangkan di masa depan sebagai usaha penuh waktu.
  2. Jika terjadi sesuatu pada pekerjaan tetap anda, dapur anda masih bisa ”ngebul” karena adanya ”safety net” dari usaha sampingan tersebut
Namun ada juga kerugian usaha sampingan:
1. Karena hanya usaha sampingan, maka tidak ”seluruh hati” anda dicurahkan ke usaha sampingan tersebut, Karenanya hasilnya juga bisa”setengah-setengah”.
2. Jika ”sang jendral/pelaksana” bukanlah anda sendiri, maka akan terjadi kerawanan pengelolaan keuangan dan manajemen
Karenanya pertanyaan anda diatas sangat relevan untuk dibahas disini. Pengalaman kami dilapangan menunjukkan bahwa untuk usaha kecil menengah dan usaha sampingan, pengelolaan manajemen dan keuangan yang terbaik adalah sistem ”Manajemen ala Pasar Pagi”.  Manajemen Pasar Pagi terbukti berhasil membuat banyak usaha mom & pop yang ukuran tokonya kecil ’seperti kancil”  tetapi  berhasil mencapai omzet layaknya “gajah”.
Dalam sistem manajemen pasar pagi : jika baru memulai usaha sampingan
  1. Fokus utama adalah: menaikkan omzet sehingga modal bisa tertutupi secepatnya. Jadi persiapkanlah Business Scorecard dengan objective: Breakeven – Cash Flow – Revenue Growth – Sales Growth Rate
  2. Gaji untuk pegawai tidak ditentukan harus sekian persen dari omzet, tetapi ditentukan oleh: gaji standar di pasar. Untuk mengurangi biaya gaji, anda bisa menggunakan tenaga yang belum berpengalaman dan anda latih sendiri. Tentunya ini butuh waktu.
  3. Biaya operasional: harus fleksibel. Ada waktu-waktu tertentu, permintaan thd produk anda meningkat, karenanya biaya operasional juga akan membengkak. Untuk menguranginya gunakan tenaga paruh waktu, yang sebaiknya harus dilatih oleh anda sendiri
  4. Untuk pengembangan usaha, sebaiknya dilakukan jika Target dari Business Scorecard anda sudah tercapai. Terlalu dini membicarakannya di tahap ini.
Jadi intinya:
  1. Gunakan Manajemen Pasar Pagi . Pengalaman kami menunjukkan, jika anda menggunakan sistem Manajemen Pasar Pagi ini, maka pengelolaan keuangannya juga menjadi efisien. Jadikan bank sebagai accountant anda. Semua uang masuk dan uang keluar harus lewat bank. Gaji anda sendiri juga harus ditarik dari bank. Alhasil semuanya tercatat rapi di buku/rekening bank anda.
  2. Aplikasikan Business Scorecard. Semua target harus terukur. Business Scorecard ini yang membuat rencana anda menjadi eksekusi.
Semoga bisa membantu
Daniel Saputro

Tidak ada komentar: