Tarakan (25/01). Sore ini mendung menyelimuti kota tercinta, Tarakan. Namun segerombol pasukan kuning putih terlihat menyapa rumah warga disepanjang jalan lapangan karang anyar. Iya mereka adalah kader, simpatisan, dan relawan PKS yang sedang bersosialisasi memperkenalkan pks untuk pemilu 2014 mendatang. Adalah sudah menjadi ciri khas partai dakwah kota tarakan ini bahwa setiap sabtu ahad sejak desember kemarin rajin melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis. Kali ini bertempat di RT 62 karang anyar yang dikomandani (baca: diketuai) oleh bapak nundangi yang selalu bersemangat.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrian warga yang mendatangi rumah bapak nundangi. Lansia dan anak-anak pun terlihat berjibun mendaftarkan diri. "Saya dan warga sangat berterima kasih kepada pks yang telah memberikan pelayanan kesehatan gratis, berpartisipasi menjaga kesehatan masyarakat khususnya RT 62" ujar pak nundangi.
Ketua RT yang membawahi 270 KK dengan lebih dari 600 jiwa ini menyampaikan aspirasinya. Pertama, masalah utama warga rt 62 adalah masalah keamanan. Dengan luas wilayah dari bhayangkara diselatan sampai sungai sesanip di utara dengan kontur demografi yg bergunung masih susah menjaga keamanan. Pos kampling belum berjalan efektif. Kedua, masalah utama selanjutnya adalah infrastruktur baik jalan maupun drainase masih sangat kurang. "Dengan itu saya doakan moga ada perwakilan dari pks terpilih menjadi anggota dewan dari dapil barat utara, bisa menang minimal satu kursi. Kalau bisa dari warga sini akan lebih baik, sehingga bisa kami terbantu, aspirasi bisa kami sampaiakan langsung." Ujar Bapak Nundangi ketua RT 62 karang anyar.
Disela-sela kesibukan menjadi panitia baksos, tim media sempat mewawancarai Caleg PKS dapil 3 no urut 5 Bapak Mahir Arsyad yang sedang sibuk mengajak warga berpartisipasi dalam baksos. Mahir Arsyad adalah warga RT 62 sehingga mengenal betul masalah masalah yang dihadapi warga RT 62. Saat dikonfrontir dengan beliau dengan cepat Mahir Arsyad merespon, " Infrasuktur menjadi masalah yang urgent di daerah sini. Anda liat sendiri jalan-jalan warga masih belum dilakukan pengerasan sama sekali. Lalu lintas terhambat, ekonomi sulit berkembang. Dan jangan dilupakan juga soal pendidikan. Banyak anak-anak warga sini yang putus sekolah, saya tidak tahu angka sebenarnya di seluruh dapil 3 ini, tapi setidaknya ini menggambarkan banyaknya anak yg tidak sekolah di usia wajib belajar. Mereka generasi penerus kita harus urusin mereka ini." Sambung Pak Mahir Arsyad dengan semangat. (Tim media)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar