Selasa, Januari 28, 2014

Go_Yah, Go_Shav, Go_Biy ..... Go ! Go ! Go!

my fam
Go..Go..Go!! . Entah sejak kapan saya lupa kapan istilah panggilan ini muncul. Sejarahnya tidak jelas, namun konsensus tentang istilah ini kami terima begitu saja. Yah emang begitu emaknya Elshav ni orang yang unik. Selama 4 tahun bersama ada aja tingkahnya itu. 
Salah satunya yang unik dan menarik membuat saya juga menyukainya adalah penggunaan kata panggil -nick name- rumahan. Jadi dia menambahkan kata Go disetiap panggilan kami, misalkan 'Ayah' manggilnya 'yah' jadinya 'Go yah'. Alhasil Elshav jadinya 'Go shav', 'Biya' jadi 'Go biy'. 
Aneh dan terasa asing sekali. Biasa, reaksi bapaknya saat pertama kali kata ganti ini digunakan (sudah 3 tahun yll kali) :
bapaknya elshav : " Opo ae bun.. bun..??  Go yah .. kayak barang mau rubuh aja".
dan selalu dijawab dengan jawaban menjengkelkan ; 
Emaknya El : "Biarin ajah, wek!!" (Ampun dah) 
Rupanya dia membuat arus sendiri, lama- lama Anak2 dapat panggilan itu juga; 
Emaknya El : "Go shaaaaavvv Ayo makan/mandi/bobok/cebok/pulang/ sini!!" 
Emaknya El : "Go Biyyyyy... Bobok dulu ya.. bun mau cuci piring" 
haaddeww Kena korban juga kaulah nak.. wkwkwkwk 
Ambil sisi positifnya. Saya ga tahu aslinya emaknya anak2 ini ambil kata dari mana. Mungkin karena dulu dia aktivis kampus, suka yel -yel : " Go ! Go ! Go !" itu atau barang kali karena suka nonton serial kartun "Go Ku" (yang ini kayaknya enggak deh, dia ni ga suka film kartun). Saya hanya menebak saja karena selama ini hanya mendapatkan penjelasan yang menyebalkan "Biarin ajah, wek!!" mungkin karena dia ingin agak kami selalu maju ke depan tidak peduli halangan rintangan. Tidak boleh lemah, Lesu, apalagi futur. GO ! Supaya dia mensupport sepenuh jiwa seakan berkata "udeh jangan pikirin yg belakang, maju sono, belakang urusan gw". Jadi ingat naruto (halah.. ya kan bapaknya yg gila kartun) "team is to protect each other, side by side". GO ! memang generasi Gelombang ketiga memerlukan dorongan, support besar untuk menjadi Syakhsiyah kamilah, Syakhsiyah 'alami, Manusia berkepribadian mulia, Manusia global. GO ! mengisyaratkan pandangan kedepan " Create Future From the Future". yah barang kali seperti itu... (^_^) 
So, Akhirnya kami fine, fine aja dengan panggilan itu. Moga ini menjadi pernak pernik kecil penghias rumah tangga, yang bercita menjadi keluarga sakinah dunia akhirat. Aamiin. 
Chayo Bun !!!  
 

Mahir Arsyad : Toleransi adalah Gen masyarakat tarakan


Tarakan. 25/01. Melihat struktur demografi tarakan tidak berlebihan jika kita katakan bahwa tarakan adalah miniatur Indonesia. Kita saksikan berbagai masyarakat suku ada semua ditarakan dari aceh hingga papua, dari dayak hingga sasak pulau rote. kita juga menyaksikan beraneka ragam menu masyarakat tarakan sangat bervariasi. Menjadi pemimpin ditarakan bisa menjadi miniatur pemimpin indonesia. Mengelola keberagaman tentunya memerlukan sikap bijak, tegas, sekaligus toleran para pemimpinnya. Tanpa perpaduan ketiga sikap ini menjadi timpang dalam mengelola keberagaman. 

Mahir Arsyad Caleg PKS dapil 3 No 5 kota tarakan angkat bicara soal toleransi dalam masyarakat tarakan, khususnya masyarakat RT 62. Di wilayah yang di ketuai oleh Bpk Nundangi ini memiliki 3 Gereja dan 3 Masjid. "Walaupun untuk pembangunan Masjid sendiri kami melalui swadaya masyarakat gotong royong membangunnya " Terang ketua RT 62. "Saya Rasa walaupun beragam suku dan agama sangat kentra di RT ini, namun saya yakin tidak ada masalah yang berarti. Sebagian besar warga sini adalah pendatang dan mereka sudah sejak lama hidup berdampingan dengan rukun. Misalnya saja saya, saya besar di sulawesi sejak dari kecil sudah bertetangga dengan warga toraja. Jadi sudah tidak lagi menjadi masalah ketika didaerah baru harus bersosialisasi dengan berbagai agama, suku, dan ras. Toleransi sudah merupakan ciri masyarakat kita " Terang Mahir Arsyad. 

Bapak dengan satu anak ini melanjutkan "siapapun nanti yang terpilih, saya harap mereka memperhatikan daerah sini, Pembangunan infrastruktur jalan dan drainase diperhatikan. Begitu pula pendidikan anak terutama usia wajib belajar. Karena masih ada banyak yang putus sekolah kita perlu motivasi dan fasilitasi mereka". "Mohon doa agar saya bisa eksis di masyarakat dan eksis di PKS, bersama membangun masyarakat. Mulai dr diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara. Dan tentunya demi akidah kita." Terang Caleg pks ini. 

Kita berharap masyarakat modern tarakan yang egaliter, moderat, dan religius akan terus tumbuh membangun impian "The Litle Singapore". Kota perbatasan yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia dengan Cinta, Kerja dan Harmoni. (Tim media)

Senin, Januari 27, 2014

Ketua RT : Semoga PKS menang di dapil Barat Utara

Tarakan (25/01). Sore ini mendung menyelimuti kota tercinta, Tarakan. Namun segerombol pasukan kuning putih terlihat menyapa rumah warga disepanjang jalan lapangan karang anyar. Iya mereka adalah kader, simpatisan, dan relawan PKS yang sedang bersosialisasi memperkenalkan pks untuk pemilu 2014 mendatang. Adalah sudah menjadi ciri khas partai dakwah kota tarakan ini bahwa setiap sabtu ahad sejak desember kemarin rajin melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis. Kali ini bertempat di RT 62 karang anyar yang dikomandani (baca: diketuai) oleh bapak nundangi yang selalu bersemangat.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrian warga yang mendatangi rumah bapak nundangi. Lansia dan anak-anak pun terlihat berjibun mendaftarkan diri. "Saya dan warga sangat berterima kasih kepada pks yang telah memberikan pelayanan kesehatan gratis, berpartisipasi menjaga kesehatan masyarakat khususnya RT 62" ujar pak nundangi. 
Ketua RT yang membawahi 270 KK dengan lebih dari 600 jiwa ini menyampaikan aspirasinya. Pertama, masalah utama warga rt 62 adalah masalah keamanan. Dengan luas wilayah dari bhayangkara diselatan sampai sungai sesanip di utara dengan kontur demografi yg bergunung masih susah menjaga keamanan. Pos kampling belum berjalan efektif. Kedua, masalah utama selanjutnya adalah infrastruktur baik jalan maupun drainase masih sangat kurang. "Dengan itu saya doakan moga ada perwakilan dari pks terpilih menjadi anggota dewan dari dapil barat utara, bisa menang minimal satu kursi. Kalau bisa dari warga sini akan lebih baik, sehingga bisa kami terbantu, aspirasi bisa kami sampaiakan langsung." Ujar Bapak Nundangi ketua RT 62 karang anyar. 
Disela-sela kesibukan menjadi panitia baksos, tim media sempat mewawancarai Caleg PKS dapil 3 no urut 5 Bapak Mahir Arsyad yang sedang sibuk mengajak warga berpartisipasi dalam baksos. Mahir Arsyad adalah warga RT 62 sehingga mengenal betul masalah masalah yang dihadapi warga RT 62. Saat dikonfrontir dengan beliau dengan cepat Mahir Arsyad merespon, " Infrasuktur menjadi masalah yang urgent di daerah sini. Anda liat sendiri jalan-jalan warga masih belum dilakukan pengerasan sama sekali. Lalu lintas terhambat, ekonomi sulit berkembang. Dan jangan dilupakan juga soal pendidikan. Banyak anak-anak warga sini yang putus sekolah, saya tidak tahu angka sebenarnya di seluruh dapil 3 ini, tapi setidaknya ini menggambarkan banyaknya anak yg tidak sekolah di usia wajib belajar. Mereka generasi penerus kita harus urusin mereka ini." Sambung Pak Mahir Arsyad dengan semangat. (Tim media) 

Kamis, Januari 23, 2014

Hasan Al Basri, Imam para Tabi'in

Tarakan. Sholat Jumat hari ini (24/01) begitu terkesan ketika khatib menerangkan kisah tabiin yang paling terkenal dizamannya Hasan Al Basri. Selama ini yang aku tahu Hasan Al Basri adalah ulama besar yang sangat terkenal yang telah dimuliakan Alloh dengan Islam. Kedua orang tua beliau adalah budak. Ayahnya budak Zaid bin Tsabit sang pelulis rasul, ibunya budak milik Ummu Salamah istri Rasulullah. Beliau adalah contoh bagaimana Islam memuliakan manusia hatta dia adalah budak sekalipun. krn pada dasarnya manusia sama disisi Sang Pencipta hanya Ketakwaanlah pembedanya. 
Setiap ulama yang hidup dizaman tabiin sangat menghormati beliau, memuliakan beliau. Penguasa segan dan hormat pada beliau.
setelah sholat jumat aku jadi penasaran ingin membaca kisah-kisah lain dari Hasan Al Basri. salah satunya bisa dibaca di http://kisahmuslim.com/kisah-tabiin-hasan-al-bashri/ 

Hasan al-Bashri

Telah datang berita gembira kepada istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ummu Salamah, bahwa budaknya yang bernama Khairah telah melahirkan seorang bayi laki-laki.
Ummul Mukminin hanyut dalam kegembiraan dan wajahnya tampak ceria dan berseri-seri. Dia mengutus seseorang untuk membawa ibu dan bayinya ke rumah selama masa-masa pemulihan pasca melahirkan. Khairah adalah budak yang paling beliau sayangi dan beliau telah rindu menantikan kelahiran bayi pertama dari budaknya itu.
Tak lama setelah itu Khairah pun datang dengan bayi di gendongannya. Ketika Ummu Salamah memandangnya, beliau langsung menyukai bayi itu karena wajahnya yang tampan dan cerah, menarik hati siapapun yang memandangnya.
Ummu Salamah bertanya kepada budaknya: “Sudahkah engkau memberikan nama untuknya wahai Khairah?” Khairah menjawab: “Belum, aku ingin Anda-lah yang memilihkan nama untuknya sesuka Anda.”
Ummu Salamah berkata, “Kita akan memberi nama yang diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu Hasan.” Lalu beliau mengangkat tangannya untuk mendoakan kebaikan bagi sang bayi.
Kebahagiaan atas kelahiran Hasan itu tidak hanya dirasakan oleh keluarga Ummul Mukminin Ummu Salamah saja. Namun juga dirasakan oleh seisi rumah di Madinah, yaitu di rumah sahabat utama yang juga penulis wahyu Rasulullah, Zaid bin Tsabit. Sebab ayah si bayi, yakni Yasaar, adalah budak Zaid bin Tsabit yang paling disayangi dan diutamakan di antara budak yang lain.
Hasan bin Yassar (yang pada akhirnya lebih terkenal dengan sebutan Hasan al-Bashri) tumbuh di salah satu rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, besar di pangkuan salah satu istri beliau, yaitu Hindun binti Suhail yang lebih sering dipanggil dengan Ummu Salamah.
Adapun Ummu Salamah –kalau pembaca belum tahu- adalah seorang wanita Arab yang termasuk paling sempurna akalnya, banyak keutamaannya, dan teguh pendiriannya. Beliau juga termasuk istri nabi yang paling luas pengetahuannya dan paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah. Beliau meriwayatkan sebanyak 387 hadis. Beliau juga termasuk dari sedikit bilangan wanita di masa jahiliyah yang mampu baca-tulis.
Hubungan bayi yang beruntung itu dengan Ummu Salamah tidak hanya sebatas itu. Lebih jauh lagi, karena seringkali ibunda beliau, Khairah, harus keluar dari rumah untuk mengurus kebutuhan Ummul Mukminin sehingga harus meninggalkan bayinya. Bila sang bayi menangis karena lapar, maka Ummul Mukminin meletakkan bayi itu di pangkuannya, lalu disusui supaya diam. Karena rasa cintanya terhadap bayi itu, Ummul Mukminin bisa mengeluarkan air susu yang kemudian diminum oleh si bayi hingga merasakan kenyang dan diam dari tangisnya. Dengan demikian, kedudukan Ummu Salamah bagi Hasan al-Bashri adalah sebagai ibu dalam dua sisi. Pertama karena Hasan al-Bashri adalah seorang dari mukminin sedang Ummu Salamah adalah Ummul Mukminin. Kedua Ummu Salamah adalah ibu susuan bagi beliau.
Anak ini meraih kesempatan emas untuk bergaul dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab rumah-rumah mereka berdekatan sehingga ia bisa bermain dari satu rumah ke rumah yang lain. Sudah barang tentu akhlak beliau terwarnai oleh para penghuni rumah itu dan mendapatkan bimbingan dari mereka.
Seperti yang diceritakan oleh Hasan al-Bashri sendiri, dia mengisi rumah Ummul Mukminin dengan ketangkasannya yang menyenangkan. Sering dia naik ke atap rumah lalu berpindah-pindah dengan lincahnya.
Hasan dibesarkan dalam suasana yang diterangi oleh cahaya nubuwah dan meneguk sumber air jernih (ilmu) yang tersedia di rumah-rumah ummahatul mukminin. Beliau juga berguru kepada sahabat-sahabat utama di Masjid Nabawi. Beliau meriwayatkan dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Musa al-Asy’ari, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Jabir bin Abdillah dan lain-lain.
Meski demikian, kekaguman yang paling menonjol jatuh kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Dia mengagumi keteguhan agamanya, ketekunan ibadahnya, kezuhudannya terhadap kesenangan dunia, kefasihan lidahnya, hikmah-hikmahnya yang berkesan di hatinya, kemantapan tutur katanya dan nasihat-nasihatnya yang menggetarkan hati. Sehingga beliau berusaha berakhlak dengannya dalam hal takwa dan ibadah serta mengikuti jejaknya dalam memberikan keterangan dan kefasihan bahasanya.
Menginjak usia 14 tahun, ketika memasuki usia remaja, beliau berpindah bersama kedua orang tuanya ke Bashrah dan menetap di sana. Dari sinilah muncul julukan al-Bashri, yang dinisbahkan pada kota Bashrah. Lalu keutamaan beliau mulai dikenal orang-orang di Bashrah.
Di saat Hasan al-Bashri menjadi imam, kota Bashrah merupakan benteng Islam yang terbesar dalam bidang ilmu pengetahuan. Masjidnya yang agung penuh dengan para sahabat dan tabi’in yang hijrah ke sana dan halaqah-halaqah keilmuan dengan beraneka ragam dan coraknya memakmurkan masjid-masjid dan suraunya.
Hasan al-Bashri tinggal di masjid itu dan menekuni halaqah Abdullah bin Abbas, Habru umati Muhammad (Ustadnya umat Muhammad). Dia mengambil pelajaran tafsir, hadis, qiraah, fiqh, adab, bahasa dan sebagainya. Hingga beliau menjadi seorang ulama besar dan fuqaha yang terpercaya.
Maka, umat banyak menggali ilmunya, mendantangi majelisnya serta mendengarkan ceramahnya yang mampu melunakkan jiwa-jiwa yang keras dan mencucurkan air mata orang-orang yang terlanjur berbuat dosa. Banyak orang terpikat dengan hikmahnya yang mempesona.
Nama Hasan al-Bashri telah menyebar di seluruh daerah dan dikenal di mana-mana.
Para gubernur dan khalifah menanyakan dan mengikuti beritanya.
Khalid bin Shafwan bercerita. “Aku bertemu dengan Maslamah bin Abdul Malik di daerah Hirah, beliau berkata, ‘Wahai Khalid, ceritakan kepadaku tentang Hasan al-Bashri, aku rasa engkau lebih mengenalnya dari yang lain.”
Aku berkata, “Semoga Allah menjaga Anda. Saya sebaik-baik orang yang akan memberikan keterangan tentang Hasan al-Bashri wahai Amir, karena saya adalah tetangga sekaligus muridnya yang setia. Saya lebih mengenal beliau daripada orang Bashrah lainnya’.”
Beliau berkata, “Ceritakan apa yang Anda ketahui tentangnya.” Saya berkata, ‘Beliau adalah orang yang hatinya sama dengan lahiriyahnya, perkataannya serasi dengan perbuatannya. Jika menyuruh perkara yang ma’ruf, maka beliau pula yang paling sanggup melakukannya. Jika melarang yang mungkar, beliau pula yang paling mampu meninggalkannya. Saya mendapatinya sebagai orang yang tidak memerlukan pemberian; dan zuhud terhadap apa yang ada di tangan orang lain. Sebaliknya saya dapati betapa orang-orang memerlukan dan menginginkan apa yang dimilikinya.”
Maslamah berkata, “Cukup wahai Khalid, cukup. Bagaimana kaum itu bisa sesat, bila ada orang semisal dia di tengah-tengah mereka?”
Ketika Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi berkuasa di Irak, bertindak sewenang-wenang dan kejam di wilayahnya, Hasan al-Bashri adalah termasuk dalam bilangan sedikit orang yang berani menentang dan mengecam keras akan kezaliman penguasa itu secara terang-terangan.
Suatu ketika, Hajjaj membangun istana yang megah untuk dirinya di kota Wasit. Ketika pembangunan selesai, diundangnya orang-orang untuk melihat dan mendoakannya. Hasan al-Bashri tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang baik di mana banyak orang sedang berkumpul. Dia tampil memberikan ceramah, mengingatkan mereka agar bersikap zuhud di dunia dan menganjurkan manusia untuk mengejar apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitulah, ketika Hasan al-Bashri tiba di tempat itu dan melihat begitu banyak orang-orang mengelilingi istana yang megah dan indah dengan halamannya yang luas, beliau berdiri untuk berkhutbah. Di antara yang beliau sampaikan adalah: “Kita mengetahui apa yang dibangun oleh manusia yang paling kejam dan kita dapati Fir’aun yang membangun istana yang lebih besar dan lebih megah daripada bangunan ini. Namun kemudian Allah membinasakan Fir’aun beserta apa yang dibangunnya. Andai saja Hajjaj bahwa penghuni langit telah membencinya dan penduduk bumi telah memperdayakannya…”
Beliau terus mengkritik dan mengecam hingga beberapa orang mengkhawatirkan keselamatannya dan memintanya berhenti: “Cukup Wahai Abu Sa’id, cukup.”
Namun Hasan al-Bashri berkata, “Wahai saudaraku, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil sumpah dari ulama agar menyampaikan kebenaran kepada manusia dan tak boleh menyembunyikannya.”
Keesokan harinya Hajjaj menghadiri pertemuan bersama para pejabatnya dengan memendam amarah dan berkata keras: “Celakalah kalian! Seorang dari budak-budak Basrah itu memaki-maki kita dengan seenaknya dan tak seorang pun dari kalian berani mencegah dan menjawabnya. Demi Allah, akan kuminumkan darahnya kepada kalian wahai para pengecut!”
Hajjaj memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan pedang beserta algojonya dan menyuruh polisi untuk menangkap Hasan al-Basri.
Dibawalah Hasan al-Basri, semua mata mengarah kepadanya dan hati mulai berdebar menunggu nasibnya. Begitu Hasan al-Basri melihat algojo dan pedangnya yang terhunus dekat tempat hukuman mati, beliau menggerakkan bibirnya membaca sesuatu. Lalu berjalan mendekati Hajjaj dengan ketabahan seorang mukmin, kewibawaan seorang muslim, dan kehormatan seorang da’i di jalan Allah.
Demi melihat ketegaran yang demikian, mental Hajjaj menjadi ciut. Terpengaruh oleh wibawa Hasan al-Basri, dia berkata ramah: “Silahkan duduk di sini wahai Abu  Sa’id, silahkan..”
Seluruh yang hadir menjadi bengong dan terheran-heran melihat perilaku amirnya yang mempersilahkan Hasan al-Basri duduk di kursinya. Sementara itu, dengan tenang dan penuh waibawa Hasan al-Basri duduk di tempat yang disediakan. Hajjaj menoleh kepadanya lalu menanyakan berbagai masalah agama, dan dijawab Hasan al-Basri dengan jawaban-jawaban yang menarik dan mencerminkan pengetahuannya yang luas.
Merasa cukup dengan pertanyaan yang diajukan, Hajjaj berkata, “Wahai Abu Sa’id, Anda benar-benar tokoh ulama yang hebat.” Dia semprotkan minyak ke jenggot Hasan al-Basri lalu diantarkan sampai di depan pintu.
Sesampainya di luar istana, pengawal yang mengikuti Hasan al-Basri berkata, “Wahai Abu Sa’id sesungguhnya Hajjaj memanggil Anda untuk suatu urusan yang lain. Ketika Anda masuk dan melihat algojo dengan pedangnya yang terhunus, saya lihat Anda membaca sesuatu, apa sebenarnya yang Anda lalukan ketika itu?”
Beliau berkata, (Aku berdoa) “Wahai Yang Maha Melindungi dan tempatku bersandar dalam kesulitan, jadikanlah amarahnya menjadi dingin dan menjadi keselamatan bagiku sebagaimana Engkau jadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
Kejadian serupa sering dialami Hasan al-Basri berhubungan dengan para wali negeri dan amir, di mana beliau selalu lolos dari setiap kesulitan tanpa menjatuhkan wibawanya di mata para penguasa tersebut dengan lindungan dan pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setelah wafatnya khalifah yang zuhud Umar bin Abdul Aziz, kekuasaan beralih ke tangan Yazid bin Abdul Malik. Khalifah baru ini mengangkat Umar bin Hubairah al-Faraqi sebagai gubernur Irak sampai Khurasan. Yazid ditengarai telah berjalan tidak seperti jalannya kaum salaf yang agung. Dia senantiasa mengirim surat kepada walinya, Umar bin Hubairah agar melaksanakan perintah-perintah yang ada kalanya melenceng dari kebenaran.
Untuk memecahkan problem itu, Umar bin Hubairah memanggil para ulama di antaranya asy-Sya’bi dan Hasan al-Basri. Dia berkata: “Sesungguhnya Amirul Mukminin, Yazid bin Abdul Malik telah diangkat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai khalifah atas hamba-hamba-Nya. Sehingga wajib ditaati dan aku diangkat sebagai walinya di negeri Irak sampai kupandang tidak adil. Dalam keadaan yang demikian, bisakah kalian memberikan jalan keluar untukku, apakah aku harus menaati perintah-perintahnya yang bertentangan dengan agama?”
Asy-Sya’bi menjawab dengan jawaban yang lunak dan sesuai dengan jalan pikiran pemimpinnya itu, sedangkan Hasan al-Basri tidak berkomentar sehingga Umar menoleh kepadanya dan bertanya, “Wahai Abu Sa’id, bagaimana pendapatmu?”
Beliau berkata, “Wahai Ibnu Hubairah, takutlah kepada Allah atas Yazid dan jangan takut kepada Yazid karena Allah. Sebab ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa menyelamatkanmu dari Yazid, sedangkan Yazid tak mampu menyelamatkanmu dari murka Allah. Wahai Ibnu Hubairah, aku khawatir akan datang kepadamu malaikat maut yang keras dan tak pernah menentang perintah Rabb-nya lalu memindahkanmu dari istana yang luas ini menuju liang kubur yang sempit. Di situ engkau tidak akan bertemu dengan Yazid. Yang kau jumpai hanyalah amalmu yang tidak sesuai dengan perintah Rabb-mu dan Rabb Yazid.”
“Wahai Ibnu Hubairah, bila engkau bersandar kepada Allah dan taat kepada-Nya, maka Dia akan menahan segala kejahatan Yazid bin Abdul Malik atasmu di dunia dan akhirat. Namun jika engkau lebih suka menyertai Yazid dalam bermaksiat kepada Allah, niscaya Dia akan membiarkanmu dalam genggaman Yazid. Dan sadarilah wahai Ibnu Hubairah, tidak ada ketaatan bagi makhluk, siapapun dia, bila untuk bermaksiat kepada Allah.”
Umar bin Hubairah menangis hingga basah jenggotnya karena terkesan mendengarnya. Dia berpaling dari asy-Sya’bi kepada Hasan al-Basri, Umar semakin bertambah hormat dan memuliakannya. Setelah kedua ulama itu keluar dan menuju ke masjid, orang-orang pun datang berkerumun ingin mengetahui berita pertemuan mereka dengan amir Irak tersebut.
Asy-Sya’bi menemui mereka dan berkata; “Wahai kaum barangsiapa mampu mengutamakan Allah atas makhluk-Nya dalam segala keadaan dan masalah, maka lakukanlah. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, semua yang dikatakan Hasan al-Basri kepada Umar bin Hubairah juga aku ketahui. Tapi yang kusampaikan kepadanya adalah untuk wajahnya, sedangkan Hasan al-Basri menyampaikan kata-katanya demi mengharap wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka aku disingkirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Ibnu Hubairah, sedangkan Hasan al-Basri didekati dan dicintai…”
Allah memberikan karunia umur kepada Hasan al-Basri hingga berusia lebih dari 80 tahun dan telah memenuhi dunia ini dengan ilmu, hikmah dan fiqih. Warisan yang diunggulkannya bagi generasi kini di antaranya adalah kehalusan dan nasihat-nasihatnya yang mampu menyegarkan jiwa  dan mampu menyentuh hati, menjadi petunjuk bagi mereka yang lalai akan hakikat kehidupan dunia serta ihwal manusia dalam menyikapi dunia.
Beliau pernah ditanya oleh seseorang tentang dunia dan keadaannya. Beliau berkata, “Anda bertanya tentang dunia dan akhirat. Sesungguhnya perumpamaan dunia dan akhirat adalah seperti timur dan barat, bila satu mendekat, maka yang lain akan menjauh.”
Dan Anda memintaku supaya menggambarkan tentang keadaan dunia ini. Maka aku katakan bahwa dunia diawali dengan kesulitan dan diakhiri dengan kebinasaan, yang halal akan dihisab dan yang haram akan berujung siksa. Yang kaya akan menghadapi ujian dan fitnah, sedang yang miskin selalu dalam kesusahan.”
Adapun jawaban terhadap pertanyaan orang lain tentang keadaannya dan keadaan orang lain dalam menyikapi dunia beliau berkata, “Duhai celaka, apa yang telah kita perbuat atas diri kita? Kita telah menelantarkan agama kita dan menggemukkan dunia kita, kita rusak akhlak kita dan kita perbaharui rumah, ranjang serta pakaian kita. Bertumpu pada tangan kiri, lalu memakan harta yang bukan haknya.
Makanannya hasil menipu, amalnya karena terpaksa, ingin yang manis setelah yang asam, ingin yang panas setelah yang dingin, ingin yang basah setelah yang kering, hingga manakala telah penuh perutnya ia berkata, “Wahai anakku, ambill obat pencerna.” Hai orang yang dungu, sesungguhnya yang kau cerna itu adalah agamamu.
Mana tetanggamu yang lapar?
Mana yatim-yatim kaummu yang lapar?
Mana orang miskin yang menantikan uluranmu?
Mana nasihat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan rasul-Nya?
Kalau saja engkau sadari hisabmu. Tiap kali terbenam matahari, berkuranglah satu hari usiamu dan lenyaplah sebagian yang ada padamu.”
Kamis malam di bulan Rajab 110 H, Hasan al-Basri pergi memenuhi panggilan Rabb-nya. Pagi harinya menjadi pagi duka cita bagi kota Bashrah.
Jenazahnya dimandikan, dikafani dan dishalatkan setelah shalat Jumat di masjid Jami Basrah, masjid tempat di mana beliau menghabiskan banyak waktu hidupnya, belajar dan mengajar serta menyeru ke jalan Allah.
Orang-orang mengiringkan jenazahnya dan hari itu tak ada shalat ashar di Masjid Jami tersebut karena tak ada yang menegakkannya. Dan shalat jamaah ashar tidak pernah absen sejak dibangunnya masjid itu kecuali di hari itu. Hari di mana Hasan al-Basri berpulang ke haribaan Rabb-nya.
Sumber: Mereka adalah Para Tabi’in, Dr. Abdurrahman Ra’at Basya, At-Tibyan, Cetakan VIII, 2009

Qurrata A'yun (repost)


Tarakan. Ada tulisan bagus bang Zulfi akmal bisa dinikmati di http://www.pkspiyungan.org/2014/01/qurrata-ayun.html 

Orang tua kadang-kadang merasa sedih karena salah seorang dari anaknya tidak tergolong pintar di sekolah.

Enam orang anaknya selalu jadi juara kelas. Masing-masing punya kelebihan yang bisa dibanggakan. Sementara yang satu orang lagi tidak bisa ngapa-ngapain dan selalu rangking terakhir.

Hal itu membuat kasih sayangnya agak berkurang kepada anaknya yang satu itu. Setiap bercerita dengan teman-temannya seolah-olah anak yang satu itu dianggap tidak ada. Bila ditanya ia selalu berusah mengelak.

Setelah semua dewasa, ia berbangga dengan enam orang anaknya yang sudah menjadi orang hebat semua. Ada yang di Amerika, di Eropa, di Australia, jadi ini dan itu. Semua sibuk.

Dari segi finansial ia sudah menerima pensiunan dan kemewahan dari anak-anaknya yang berenam. Seberapapun uang yang ia inginkan bisa didapat waktu itu juga.

Hanya anaknya yang satu orang lagi yang tidak bisa memberikan apa yang ia inginkan. Tetap tinggal di kampung tanpa mempunyai penghasilan banyak.

Tapi Allah menakdirkan lain. Di hari tuanya sang orang tua sakit-sakitan. Butuh ada orang yang merawat. Enam orang anaknya sibuk semua. Mereka hanya bisa menyarankan untuk memasukkan orang tuanya ke panti jompo.

Hanya anaknya satu orang itulah yang merawat orang tuanya. Yang tidak sudi bila orang tuanya dimasukkan ke panti jompo.

Saat itulah sang orang tua baru sadar kalau selama ini ia telah menyia-nyiakan nikmat Allah yang sebenarnya. Hanya berbangga dengan yang mempunyai kelebihan dan meyepelekan yang kelihatannya berkekurangan. Dia tidak tahu di mana Allah akan menampakkan manfaat dari anaknya yang satu itu. Semuanya bermanfaat pada waktunya.

Sampai meninggalpun hanya yang satu ini yang menghadapi jenazahnya, yang mengantarnya ke kuburan dan yang selalu mengirimkan do'a untuknya. Yang lain sudah tenggelam dalam dunia dan kesibukannya.

Kita tidak tahu kelebihan masing-masing anak. Jangan lebihkan sayang kepada yang satu dan menyepelekan yang lain. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Kita tidak tahu siapa sebenarnya yang paling membahagiakan kita di dunia, apalagi di akhirat.

*by Zulfi Akmal

Met Milad Jagoanku, Elshav

Pesan Bunda :

Met milad ya sayang semoga barokqh usianya...jadi anak sholeh...anak laki yang tangguh setangguh namamu oemar....doa bunda selalu ada untukmu di setiap helaan nafas bunda...jdilah seperti namamu seorang laki2 kuat tangguh dan penyembuh, penyejuk bagi siapapun.

Ttd
Bunda

Pesan Ayah :

Jagoan ayah yg soleh usiamu sudah 2 tahun, nikmati karunia Alloh ini. Jadilah generasi yang pandai bersyukur. Nikmat usia mungkin bagimu blm begitu terasa, usiamu baru 2 tahun. Maka nikmatilah, bermainlah, perbanyak teman. Jadilah manusia yang menyenangkan bagi semua, ramahlah pada orang lain. Perbanyak teman dan janganlah bermusuhan. Sayangi teman, bantulah mereka menemukan kesenangan, bantulah mereka melalui tingkahmu untuk menjadi anak sholeh krn teladan kecerdasanmu. 
Nikmatilah usiamu, kelak kau akan menjadi tumpuan bangsa dan agama. Kelak dimasamu in syaa Alloh kebaikan akan menjadi kebiasaan masyarakat indonesia. Dimasamu nanti menampakkan keIslaman menjadi hal yang menyenangkan. Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa sedih. Mempersiapkan hari yang seperti itu adalah tugas kami ayah bundamu untuk mendidikmu menjadi generasi unggul, generasi syukur, generasi yang sama seperti masa kejayaan kekhalifahan islam. Ilmu pengetahuan menjadi dasar pengembangan masyarakat, toleransi menjadi pola hubungan sosial. Yang kuat menyayangi yang lemah, yang kuasa cinta pada rakyat, rakyat cinta pada mereka. Saat itu jadilah kau warga dunia, lindungi kaum2 tertindas dimuka bumi. Selamatkan mereka. Tugasmu berat, maka nikmatilah usiamu. 
Nikmati usiamu, jangan kehilangan keceriaan. Alloh telah mengatakan tidak akan memberi beban kecuali sesuai dengan kadar kemampuan. Maka bergembiralah, sambutlah seruan kebaikan dengan senyuman. Sambutlah seruan kebenaran dg keceriaan. Ingat kisah para sahabat rasul yg senantiasa bergembira tatkala menndapat seruan kebaikan. Jangan pernah kehilangan senyuman. Krn senyummu memberi ketenangan pada semua orang. 
Terakhir doakan kami bisa mendidikmu dengan benar dan baik. Doakan perjuangan kami untuk memcipta bi'ah /lingkungan yang baik untuk perkembanganmu. Doakan kami semoga mendidikmu menjadi amal sholeh terbaik sepanjang usia kami. 
Selamat milad Oemar Rasyed Elshavee, jadilah pejuang. 

Ttd
Ayahmu 

Rabu, Januari 22, 2014

Mengatasi Kecemburuan Anak pada adiknya

Mencegah Persaingan Antar SaudaraKecemburuan anak balita pada adiknya yang baru lahir adalah hal yang lumrah. Sebab sebelum adik lahir, sang kakak menjadi satu-satunya pusat perhatian orang tua. Lalu tiba-tiba kasih sayang yang hanya miliknya harus dibagi pada adik bayi.
Cara mengatasi kecemburuan adalah dengan menunjukkan pada si kakak bahwa kasih sayang orang tua tidak berbatas. Bahwa orang tua bisa mengasihi kakak dan adik sekaligus, dan tidak ada kasih sayang yang berkurang. Penting juga untuk mengembangkan emotional intelligence anak.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:
Waktu Khusus. Luangkan waktu berkualitas untuk berdua dengan anak anda yang lebih besar. Jika ia mendapat perhatian yang positif, lebih kecil kemungkinan ia akan mencari-cari perhatian yang negatif.
Hak Istimewa. Berikan kepada anak yang lebih besar hak istimewa baru, jam tidur lebih malam atau tanggung jawab baru untuk menunjukkan bahwa menjadi anak yang lebih tua mempunyai konsekuensi yang menguntungkan
.Guilty Free. Jangan berusaha membuat anak merasa bersalah karena cemburu. Ia berhak atas perasaannya sendiri. Tunjukkan kepada mereka dengan berkata, “Ibu tahu kamu kesal karena adik bayi. Ibu dengar kamu ingin perhatian ibu lebih banyak.”
Album keluarga. Bukalah album keluarga anda, tunjukkan kepada anak-anak yang lebih besar foto-foto  anda merawatnya pada waktu ia masih bayi. Jelaskan bahwa anda perlu melakukan hal yang sama untuk adiknya.
Pujian. Buatlah  anak tak sengaja mendengar anda mengatakan kepada teman anda atau keluarga bagaimana baiknya si kakak dengan adik bayinya. Hal ini seringkali lebih meyakinkan daripada pujian langsung.
Emotional Intelligence. Mulailah dengan sengaja mengembangkan emotional intelligence anak anda agar ia dapat menyadari dan mengatasi emosinya. Bantu anak mengembangkan kosa kata emosinya, misalnya katakan: “Sepertinya kamu marah karena tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan.” “Ibu tahu kamu sedang bersedih.” “Kamu kecewa ya?” Biarkan anak menangis, peluklah.
Lilin Kasih. Nyalakan sebuah lilin. Katakan pada anak bahwa api lilin itu adalah kasih sayang anda. Kemudian nyalakan lilin lain dari lilin anda. Katakan bahwa anda memberikan kasih sayang anda pada ayahnya. Lalu nyalakan lilin satu lagi dari lilin anda dan lilin suami anda. Katakan bahwa anda memberikan seluruh kasih sayang anda padanya, namun ayah juga masih memiliki seluruh kasih sayang anda. Mengapa? Karena kasih sayang adalah sesuatu yang ajaib. 
Terakhir nyalakan lilin untuk adik bayi, dan katakan sekali lagi bahwa anda memberikan seluruh cinta anda, tapi kakak dan ayah masih tetap memiliki seluruh cinta anda. Begitulah indahnya kasih sayang.Nyatakan dengan jelas pada anak anda bahwa ia berharga dan anda menerima segala yang dimiliki anak, termasuk perasaan cemburu, sedih dan marahnya. 
Jika anak merasa yakin bahwa anda mengasihinya, apapun yang dia lakukan, pikirkan dan rasakan, maka anak akan memiliki fondasi kebahagiaan yang kuat dalam dirinya. Dari situlah anak akan memiliki kekuatan untuk mengatasi segala yang terjadi padanya, termasuk menjadi kakak teladan.

Disalin dari http://www.resourceful-parenting.com/index.php?option=com_content&view=article&id=236:mencegah-persaingan-antar-saudara&catid=34:tips-parenting&Itemid=59

Menjadi si-Sakit yang Cerdas ; Panduan praktis swamedikasi

Menjadi si-Sakit yang Cerdas ; Panduan praktis swamedikasi
Pengarang :
Rachmat Badawi, Apt
Eri Supriyanti, Apt., MPH

Keadaan tubuh yang kurang sehat atau sakit sering menganggu aktivitas, produktifitas, dan kebahagiaan kita. Keadaan sakit yang menimpa anak, suami, istri, ortu, maupun mertua membuat kita panik pada suatu. Banyak sekali dimasyarakat penyakit yang sederhana harus disembuhkan dengan merogoh dompet yang dalam padahal kadang cukup dengan tips2 tertentu bisa lebih cepat sembuh, lebih aman dan lebih hemat. Menjadi seorang sakit yang cerdas mencoba mengenalkan sakit pada yang sehat, mengenalkan obat yang dijual bebas / OTC pada khalayak disertai cara memilih yang aman dan tepat. Departemen kesehatan sebagai pemangku regulasi obat dinegara indonesia telah mengatur obat mana saja yang boleh dibeli tanpa resep dan mana yang harus pake resep serta mana saja obat yang boleh dibeli tanpa resep atas arahan apoteker atau OWA.

Bagian I ; Sehat itu membahagiakan
1) Membahas tentang apa itu makna kesehatan dari berbagai aspek.
2) Tinjaunan kesehatan dari sudut pandang islam
3) Tinjaunan kesehatan dari medis
4) Tinjauan kesehatan dari psikologi
5) Memaknai kembali rasa sehat dan kebahagian
Bagian Ii ; Belajar dari penyakit
1) Definisi sakit dari berbagai sudut pandang Islam, Medis, Psikologis
2) Memaknai kembali arti "sakit" hubungan dengan kebahagiaan
3) Hubungan Penyakit-Obat-Sembuh
Bagian Iii ; Biar Sakit harus Cerdas
1) Mengetahui cara-cara anamnese sederhana thd penyakit yg umum di masyarakat / common illness
2) Membahas penyakit saluran pernafasan,
3) Saluran pencernaan
4) Kulit
Bagian IV ; Memanfaatkan OTC
1) Mengenal tentang otc
2) mengenal jenis OTC yg tepat untuk penyakit 3 golongan diatas
3) evaluasi mandiri dari pengobatan mandiri
Bagian V ; Alam menyediakan
1) Pengenalan bahan alam berkhasiat
2) Mengenal jenis herbal bermanfaat disekitar kita
3) Evaluasi pengobatan herbal
Bagian VI ; Efek Samping
1) Mengenal efek samping yang biasanya muncul
2) Berfikir Sehat
3) Pengaruh JKN terhadap cara masyarakat memandang sakit
4) Selamat mempraktekkan
==================================%£¥€₩&% $#@==============%%%=%==============
Sebab musabab tubuh sakit sangat penting untuk kita cermati, terlebih pengetahuan diri tentang tubuh kita menjadi sangat penting dan merupakan dasar informasi pertama yang akan ditanyakan dokter kepada pasien. Apa yang kita rasakan. Pengamatan yang cermat terhadap tubuh kita sendiri menjadikan pengobatan itu mudah dan murah.

Selasa, Januari 21, 2014

Tantangan Dunia Farmasi , repost

Keadaan industri farmasi di tengah pasar obat di Indonesia merupakan suatu ironi. Di satu pihak jumlah industri farmasi nasional mempunyai angka yang besar, yaitu 224 industri farmasi yang menghasilkan kapasitas produksi sebesar 3% dari total kapasitas seluruh dunia. Dilain pihak, pasar farmasi Indonesia hanya 0,2% dari total pasar seluruh dunia. Sebagai contoh pada tahun 1997 pasar farmasi dunia bernilai US dollar 297 milyar dengan pertumbuhan 7,1% dan disuplai oleh 7.000 perusahaan farmasi. Pasar lokal Indonesia yang disuplai oleh 224 perusahaan hanya mencapai penjualan senilai US dollar 1.2 milyar. Gambaran ini menunjukkan tidak efisiennya pabrik farmasi di Indonesia.

Konsumsi obat perkapita di Indonesia memang sangat rendah, bahkan termasuk yang paling rendah di Asia. Data WHO tahun 1996 menunjukkan angka USD 5, jauh di bawah Malaysia yang USD 12 atau Singapura yang USD 42. Selain itu menguatnya nilai dollar telah menyebabkan harga obat melonjak drastis sekaligus menurunkan daya beli masyarakat. Akibatnya bagi masyarakat, obat semakin sulit dijangkau, yang pada akhirnya akan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Akibat yang lain, semakin terpuruknya industri farmasi Indonesia, dalam hal profitabilitas, dan likuiditas serta semakin membengkaknya idle capacity yang tersedia.

Pengembangan industri farmasi Indonesia perlu dikaji, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dan mengurangi ketergantungan impor. Pemilihan jenis bahan bahan baku obat yang akan dikembangkan perlu dilakukan dengan seksama, apakah lebih memilih obat baru atau obat-obat yang perlindungan patennya sudah kadaluwarsa atau hampir kadaluwarsa. Sebisa mungkin langkah-langkah pengembangan obat perlu diperpendek untuk mengejar ketinggalan Indonesia dalam pengembangan bahan baku obat tersebut. Penekanan pendekatan penemuan obat pun perlu dikaji dengan seksama, apakah dari bahan alam, pengembangan bahan obat yang sudah ada, dengan sintesa kimia dan model hewan percobaan atau dengan pendekatan modern desain obat.

Analisa SWOT Industri Farmasi Indonesia

Kekuatan

1. Secara teknis farmasi mutu dan teknologi obat-obatan produksi Indonesia sangat baik. Ini terkait dengan telah tingginya standard Good Manufacturing Practice yang diterapkan di Indonesia.

2. Proses produksi masih banyak menerapkan sistem labour intensive dengan biaya buruh yang relatif rendah.

3. Jumlah industri yang banyak dan heterogen membuat semua segmen pasar dapat dipenuhi kebutuhannya sesuai kemampuan masing-masing.

Kelemahan

1. Komponen impor dari obat masih sangat tinggi, yaitu sebesar 90% dari bahan baku yang digunakan (bahan aktif dan bahan pembantu) serta sekitar 50% dari bahan pengemas yang digunakan.

2. Bahan aktif yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri jumlahnya tidak berarti dan belum bisa diperoleh dengan harga yang bersaing dibandingkan dengan sumber dari luar negeri. Upaya-upasya untuk meningkatkan self sufficiency di bidang pengadaan bahan baku sering terbentur pada permasalahan :

· Banyaknya jenis bahan baku yang digunakan oleh industri farmasi (hingga 6.000 items) sehingga banyak pemakaian per item yang tidak memenuhi skala produksi ekonomis.

· Masalah utama adalah pengadaan bahan baku untuk bahan dasar produksi local bahan baku yang terkait dengan :

i. Kurang berkembangnya industri kimia hulu yang bisa menopang pengadaan intermediates untuk bahan dasar pembuatan obat. Ketergantungan pada intermediates dari luar negeri hingga tingkat tertentu bisa mengurangi manfaat yang diperoleh dari sintesis lokal.

ii. Kurang adanya koordinasi antara industri terkait misalnya industri petrokimia dan industri farmasi. Sering terjadi industri farmasi mengalami kesulitan karena intermediate-nya tidak bisa dibuat lokal.

Perlu dicatat bahwa dilihat dari sudut pandang lain sebenarnya self sufficiency dapat dicapai apabila nilai ekspor bahan baku sama dengan nilai impornya. Demikian juga Indonesia tidak perlu memproduksi keseluruhan dari 6.000 items di atas asalkan nilai ekspornya sudah mencukupi.

3. Jumlah industri sangat banyak (300 industri) dengan nilai pasar yang relatif kecil sehingga pasar sangat terfragmentasi dengan akibat adanya skala ekonomis yang rendah, karena :

· Rendahnya efisiensi;

· Banyaknya idel capacity

4. Kelamahan pada dasarnya industri farmasi memang merupakan industri yang knowledge intensive dan highly regulated tetapi aspek regulasi industri farmasi di Indonesia dirasa cukup berat yang bersumber dari :

· Policy yang ada dibuat dengan semangat pengawasan dan bukan pengembangan;

· Pelaksanaan yang terasa lamban karena ketidak seimbangan antra jumlah pengawas dari pemerintah dengan pihak swasta yang harus dilayani.

5. Mata rantai lain yang merupakan bagian dari aspek pemasaran dan distribusi hasil produksi industri farmasi masih belum seimbang baik secara kualitatif dan kuantitatif :

· Misalnya ratio dokter perpopulasi di Indonesia sekitar 140 dokter untuk 1 juta penduduk.

· Jumlah apotik (drug store) saat ini berjumlah sekitar 6.000 buah yang terkonstrasi di kota-kota untuk melayani rakyat Indonesia yang lebih dari 200 juta penduduk. Program pharmaceutical care juga belum berjalan dengan baik sehingga mengurangan pemanfaatan obat secara optimal di masyarakat.

· Distributor yang jumlahnya cukup banyak tetapi tidak mempunyai jangkauan yang luas dan network yang efisien sehingga biaya distribusi relatif mahal.

Peluang

1. Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan.

2. Terbukanya peluang ekspor sebagai akibat dari :

Globalisasi dan terbukanya pasar;

Penurunan nilai rupiah;

Pelaksanaan Good Manufacturing Practice yang baik di Indonesia

3. Kecenderungan berkembangnya Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar yang dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang dibutuhkan.

Ancaman

1. Adanya krisis ekonomi telah membuat daya beli obat rakyat Indonesia menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar okal.

2. Sebagai salah satu dampak globalisasi adalah diratifikasinya GATT, termasuk didalamnya TRIPS yang bermuara diberlakukannya Undang-Undang Paten 1997 dan direvisi tahun 2001. Bagi industri farmasi PMDN dan non PMDN tertentu, yang terbiasa mengandalkan pengembangan produk-produknya pada strategi copy cat produk-produk baru yang masih dilindungi paten, hal ini bisa menjadi ancaman. Meskipun seharusnya UU Paten bisa menjadi opportunity yang akan dapat meningkatkan kinerja industri PMDN, namun industri tersebut belum siap terutama dalam dukungan riset mereka.

Legal sistem belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga harga obat menjadi lebih sulit dikontrol.

Nasehat dari Teman..

Dakwah kampus memberikan banyak romansa. Nuansa dakwah yang terbangun begitu banyak memberikan kenangan. Suansana ruhiyah yang kental, sulit dicari gantinya. Namun setelah toga disandang, bagaimana kelanjutannya?
Ilustrasi
Sebut saja Amin. Dengan modal IP tinggi dan pengalaman dalam berbagai proyek dosen ía tidak sulit mencari kerja. Posisi strategis di kantor mampu diembannya. Dan kini hari-harinya dipenuhi dengan kerja, kerja dan kerja. Secara finansial, masa depannya cukup terjamin.
Namun ada kegelisahan dalam dirinya. Ia rindu dengan aktifitas dakwah seperti pernah dialaminya dulu. Terbesit rasa iri dengan para aktivis dakwah yang diberi kemudahan dan penuh semangat dalam berbagai aktifitas. Dan ia rasakan kini perubahan dalam dirinya. Idealisme yang dulu kuat digenggamnya saat di kampus mulai pudar. Kini tak lagi ia bertanya lagi dalam diri, dari mana uang yang ia bawa pulang. Kini sulit rasanya mencari waktu untuk sekedar sejenak membaca al-Qur’an. Karena begitu sibuk dirinya mengejar karir dan kewajiban profesinya.
Dan makin hari tarikan dunia begitu kuat menjerat. Alih-lih menjaga hamasah (semangat) dakwah, halaqah rutin sudah tidak lagi dihampirinya. Berujung saat kemudian ia meminang seorang gadis. Gadis cantik anak seorang berada, namun jilbab belumlah menutup auratnya.
Menapaki alam nyata
Dunia luar adalah dunia yang nyata. Segala sisi manusia tergambar disana. Sisi religius dan kekafiran, santun dan sadis, kelicikan dan kepandiran, kebijaksanaan dan kebodohan. Semua bercampur menjadi satu. Begitu heterogen, begitu penuh warna. ltulah sesungguhnya dunia yang harus dihadapi segenap manusia.
Selepas kampus, itulah dunia yang harus ditapaki selama berpuluh tahun kehidupan. Dunia keras dan kejam. Rekan-rekan seperjuangan sulit ditemukan. Jangan banyak berharap akan dukungan barisan gagah para mujahid dakwah. Bahkan mungkin, dalam suatu lingkungan kerja hanya ditentukan satu orang saja yang beragama Islam.
Dalam menghadapi kondisi sedemikian maka immunitas diri menjadi suatu kebutuhan mutlak. Tanpanya, seretan gelombang arus materi yang jauh dari nilai ilahiyah akan meruntuhkan segala fitrah insaniyah manusia. Immunitas ini tidak ditumbuhkan dengan sendirinya. Namun merupakan hasil dari proses perjalanan ruhani. Karena immunitas merupakan buah dari iman dan kesabaran. Dan keduanya harus dibangun sedini mungkin. Berangkat dari sini maka kebutuhan akan tarbiyah dzatiyah (pembinaan mandiri) mutlak dilakukan. Bila selama ini menjaga ruhiyah dengan mudah dilakukan karena komunitas Islami di kampus kuat membentengi. Namun diluar sana, komunitas-komunitas Islami ini sulit ditemukan. Maka apa lagi yang bisa diandalkan untuk menyelamatkan diri dari badai materialisme kecuali keteguhan diri?
Sekali lagi, tarbiyah dzatiyyah menjadi keniscayaan untuk dibangun setiap insan yang nengharapkan keselamatan. Bukan jamannya lagi aktivis dakwah menjadi pribadi manja. Hatinya hanya hidup saat dirinya berada dalam habitat Islaminya. Bila sesaat saja keluar dari lingkungan Islami, datanglah malapetaka bagi keimanannya.
Bukankah seharusnya setiap aktivis dakwah layaknya ikan di lautan? Dirinya tetap tawar walaupun hidup di air asin. Hal ini bisa terjadi bila ikan itu hidup. Selama hidup, bertahun lamanya dagingnya tetap tawar. Tapi saat ikan itu mati, satu jam saja dalam seember air garam, maka ia akan menjadi ikan asin.
Begitulah keimanan dalam hati. Bila hati itu hidup, dimana saja ja berada maka keimanannya akan tetap terjaga. Bukan keimanan komunal, hanya hidup di habitatnya yang kondusif saja.
Lalu bagaimana menjaga agar hati itu tetap hidup?
Menjaga diri dari arus badai jahiliyyah dalam kehidupan nyata?
Beberapa kiat berikut insya Allah dapat menjadi jawabannya:
- Menjalankan Amal Sunnah.
Amalan sunnah seringan apapun, namun bila rutin dilakukan akan menjaga keimanan. Dengannya, ridho Allah akan mengalir. Dengannya, per kehidupan Rasulullah serasa dekat. Dengannya, akan senantiasa mendekarkan diri pada interaksi Ilahiyyah.
Amalan sunnah bisa dalam bentuk apa saja. Dan membaca matsurat selepas shubuh. Atau membaca beberapa lembar al-Qur’an di kala istirahat siang. Atau berusaha selalu shalat berjamaah di mushola kantor. Hingga qiyamullail setidaknya satu kali sepekan.
- Tidak Berlebihan dalam Hal Mubah
Hal mubah memang bukanlah suatu amalan yang berdosa. Ambil contoh seperti makan, minum, bercanda atau mendengarkan musik Islami. Namun, apabila dilakukan secara berlebihan maka akan membawa kepada pelalaian terhadap kewajiban yang lebih penting. Atau terjerumus ke dalam suatu gaya hidup yang melalaikan.
- Rajin Mengikuti Halaqah Ruhiyyah
Halaqah ruhiyah adalah habitat asli keimanan. Di dalamnya iman dalam hati akan mendapati makanannya yang terbaik. Majelis-majelis yang dipenuhi ayat-ayat Allah akan mampu mendongkrak keimanan, separah apapun ia terkapar, insya Allah.
Maka sesibuk apapun, jangan sekali-kali meninggalkan halaqah. Karena selemah apapun kondisi halaqah, akan lebih haik dibanding lingkungan apapun di luar sana. Laksana baterai, halaqah akan men-charge hati dan semangat berIslam. Dan masing-masing anggota halaqah dapat bersama mencari solusi dari qadharya (permasalahan) hidupnya.
- Berusaha Membuat Suasana Islam di Lingkungan Kerja
Baiklah, mungkin memang hati hanya dapat hidup dalam habitat yang kondusif saja. Jika demikian, maka buatlah habitat-habitat kondusif itu, dimanapun kita berada. Karena hidupnya hati dan iman merupakan kebutuhan asasi yang tidak tergantikan oleh apapun.
Dan bukankah pernah ada sebuah janji terbersit dalam nurani:
Nahnu duat qabla kulli syayin. Kami adalah da’i sebelum menjadi apa saja. Maka disinilah saatnya janji itu menemukan tuntutannya!
- Menahan Diri dari Dosa Kecil, Apalagi Besar
Dosa, apapun bentuknya, layaknya dipandang sebagai gunung besar yang menimpa punggung. Bukan sebagai lalat yang dapat ditepis begitu saja. Karena apapun dosa laksana pasir bila dibiarkan lama-kelamaan akan menjadi gunung.
Dan para sahahat Rasulullah yang mulia selalu memandang berat setiap dosanya. Bahkan Umar bin Khattab ra. Membiarkan dirinya pingsan saat teringat akan dosanya di masa lalu.
- Menikah dengan Pasangan Yang Kuat Keimanannya
Terakhir, bila mampu maka menikahlah. Namun seperti pesan Rasulullah, menikahlah karena landasan agama. Bukan wajah, harta atau keturunan. Karena dengannya akan ditemui kebahagiaan hakiki dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Pasangan yang shalih/shalihah akan menjadi penyejuk setiap masalah di liar. Ia akan menjadi penyubur hati. Pengingat saat lalai dan penyemangat saat lesu. Dan RasululIah mendoakan pasangan Mukmin. Saat suami lesu dalam qiyamullail maka sang istri memercikkan air di wajah suaminya. Begitupun sebaliknya. Semoga barakah Allah selalu mengiringi setiap pasangan yang berlandas iman dan taqwa.
Sekali lagi, aktivis dakwah sejati bukankah pribadi manja. Seperti seorang Saad bin Waqqash yang rela berjalan ribuan mil. Meninggalkan saudara seiman dan komunitas Islam yang begitu kuat. Meninggalkan Haraman, dimana satu rakaat saja shalat di dalamnya, berlipat ribuan kali pahalanya. Meninggalkan gemilang harta ghimmah (rampasan perang) Persia pasca perang Qadisiyyah yang dipimpinnya. Pergi berdakwah ke negeri Cina. Menemui kaisar, mengIslamkan para panglima dan saudagar. Hingga dibangunkan untuknya masjid di pusat kerajaan di Kota Terlarang. Hingga beliau wafat dan dimakamkan disana.
Dimana Saad-Saad baru? Dimana jiwa-jiwa sekeras baja? Dimana hati-hati seteguh karang? ....

"How Indonesia lacks good, credible political pundits"

How Indonesia lacks good, credible political pundits"
Oleh: Tasa Nugraza Barley

*Menghadapi pemilu, segala sesuatunya terlihat gelap dan suram.  Politisi Indonesia, sebagaimana yang kita ketahui, belum memperlihatkan peran yang mereka lakukan -jika memang ada- untuk membuat negeri ini menjadi lebih baik. Sementara semua orang sepertinya menyadarinya, ada hal yang terlewat oleh sebagian besar dari kita. Yaitu peran para pakar politik, yang tanpa disadari oleh sebagian besar dari kita sendiri, membuat semuanya menjadi makin buruk.Saya mengakui ada beberapa pakar ulung yang secara rutin memberikan analisis yang mendalam dan berkualitas. Para pakar ini, mengedukasi publik secara objektif dan mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam perkembangan politik. Para pakar lain sementara itu hanya membanjiri pikiran kita dengan komentar-komentar mereka yang sebenarnya tidak kita butuhkan.Kita harus melindungi diri kita dari apa yang disebut sebagai komentator politik. Ada perbedaan besar antara pakar dan komentator politik. Pakar sejati memiliki kemampuan untuk mempertahankan argumennya dengan didukung data akademik yang valid. Di sisi lain, komentator adalah sekedar orang yang berkomentar.Apa yang dilakukan oleh para komentator politik ini adalah berbicara berbusa-busa di depan mata kita, menyarankan ini dan itu tanpa analisis yang mendalam, seolah-olah kita semua bodoh. Tidak ada pencerahan atau insipirasi yang didapat dari komentar mereka karena yang mereka lakukan, pada dasarnya, menawarkan debat kusir berkepanjangan.Argumentasi di atas dapat disaksikan dengan gamblang dari debat tentang kans Joko “Jokowi” Widodo dalam memenangkan pemilihan presiden mendatang. Tidak ada yang tahu secara pasti, siapa yang pertama kali memanamkan ide ini, tapi cukup jelas bahwa para komentator politik ini adalah pihak yang secara agresif memaksakan kemungkinan ini di arena publik, bahkan di awal-awal bulan pertama pelantikan Jokowi sebagai gubernur Jakarta.Saya tidak ada masalah dengan Jokowi. Bersama dengan wakil gurbernurnya,  Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, dia telah membawa beberapa perubahan yang menjanjikan di Jakarta. Dan saya juga tidak menentang ide tentang pencalonan Jokowi sebagai presiden. Yang ingin saya garis bawahi adalah bagaimana para komentator politik ini telah mengkorupsi pemikiran dan menjebak kita dalam pedebatan yang tidak perlu.Coba hidupkan TV Anda dan saksikan salah satu dari talk show politik yang biasanya disiarkan di jam tayang utama. Yang akan Anda saksikan adalah gambaran yang selalu sama, seseorang akan mengatakan bahwa Jokowi adalah kandidat calon presiden terkuat dan bisa mengalahkan kandidat lain dengan sangat mudah. Dan apa dasar dari perkiraan ini? Ya, dugaan Anda benar. Prediksi didasarkan dari survei terkini yang dilakukan oleh institusi tempat orang yang mengaku pakar ini bekerja.Saya lelah dengan penalaran yang dangkal yang digunakan oleh para komentator politik untuk mendukung pernyataan mereka. Dapatkah kita mendengar sesuatu yang lebih meyakinkan daripada hasil polling? Saya tidak menentang survei dan jajak pendapat karena beberapa lembaga memang kredibel untuk melakukannya. Tapi kita juga tahu rumor bahwa kita dapat menyelenggarakan polling dengan hasil sesuai dengan keinginan kita, tentu saja dengan bayaran yang mahal.Mereka tidak perlu mengatakan bahwa Jokowi ungul di sejumlah jajak pendapat dan dukungan publik atas pencalonannya sebagai presiden terus meningkat. Kita sudah mengetahui semua itu. Tapi, bisakah kita mendengar argument lain, misalnya apakah Jokowi seharusnya mencalonkan diri sebagai presiden? Setidaknya, yang terbaik bisa mereka katakan kepada kita adalah bagaimana blusukan ala Jokowi menolong nya meraih momentum politik dengan cepat. Apa yang seharusnya dilakukan oleh komentator politik ini adalah mengajak masyarakat untuk lebih kritis dengan mendiskusikan permasalahan yang lebih mendalam dan menantang mereka dengan mengajukan pertanyaan penting, seperti "Bagaimana Jokowi akan mengatasi tantangan ekonomi negara kita jika dia terpilih menjadi presiden?" atau “Apakah dia memang sosok yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi muda, karena mana masa depan bangsa ini akan sangat bergantung dengan mereka?" atau "Apakah ia menjadi figur yang tepat untuk memimpin Indonesia dalam berbagai perundingan internasional?".Alasan di balik kegagalan para komentator untuk mengangkat topik yang lebih mendalam seperti ini, mungkin karena mereka terlalu pragmatis, hanya mewakili kepentingan golongan tertentu atau terlalu malas untuk menggali masalah lain di luar politik, meskipun sebenarnya masih terkait dengan wilayah politik.Di negara maju, di mana politik sudah mencapai tahap kematangan, kita akan menemukan pakar politik sejati dengan pengetahuan yang luas dalam bidang politik dan juga hal lain. Sehingga ketika mereka menilai seorang kandidat, mereka tidak hanya mengacu pada hasil jajak pendapat tapi juga menerangkan dengan jelas hal-hal di balik data statistik tersebut.Saran saya sederhana:  Jangan langsung percaya dengan apa yang dikatakan para komentator ini kepada Anda. Lakukan sedikit penelitian dan jadikan diri Anda sendiri yang berhak menentukan.[]*Penulis adalah manajer di GolinHarris, perusahaan di bidang komunikasi yang telah memperoleh penghargaan.
Dikutip dr web pkspiyungan.org

Inspirasi Pinggir kota

Tantangan PKS tarakanReportase ; Keg : baksos kesehatan Tgl : 18-01-2014 jam 16.00 Tempat : rumah H usa belakang tenis indoor telaga keramatTarakan. Beberapa waktu yang lalu presiden PKS HM Anis matta menyampaikan kultwit tentang tantangan PKS pada transisi Kebangkitan indonesia gelombang ketiga. Salah satunya yaitu bahwa kader PKS harus siap mendengarkan, menampung, dan berupaya memberi solusi ditengah zaman ketidakpercayaan. Sore ini(18/01) dpd pks mengadakan kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan bagi warga kampung empat khususnya RT 01 yang mendiami area belakang lapangan tenis indoor tarakan. Area yang didiami lebih dari 54 Kk ini lokasinya terisolir dari perkampungan penduduk. Jalan akses menuju tempat lokasi masih jalan proyek tanpa pemadatan tanah, sangat berdebu terlebih jika lewat truk-truk proyek yang sering lalu lalang. Terkesan lokasi ini tidak cukup mendapat perhatian dr pemerintah kota tarakan. Terlihat warga sangat antusias dengan adanya baksos pemeriksaan kesehatan ini. Terlihat dari atensi warga yang sudah menunggu kedatangan tim kesehatan dpd pks. Lingkungan yang kurang sehat menjadi pemicu banyaknya kasus ispa, kulit pada anak-anak. Disela-sela kegiatan kami berkesempatan berbincang dengan tuan rumah Haji Usa, seorang tua yang sudah paruh baya berusaha mendengarkan sekedar aspirasi atau sekadar bertegur sapa dengan H usa. Beliau menkisahkan sudah sepuluh tahun warga sekitar area ini mendiami lokasi. Sepuluh tahun itu pula warga merasakan kekurangan air dan listrik. Dua hal ini menjadi kebutuhan pokok warga untuk saat ini. Air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sperti MCK susah didapatkan. Kebutuhan air didapatkan dari menampung air hujan dan membeli air bila tidak turun hujan. Adapun listrik menjadi sangat vital dimana sangat diperlukan untuk penerangan jalan terlebih lagi untuj anak-anak yang mau belajar. Warga mengandalkan genset yang tentunya sangat berbiaya tinggi dengan kenaikan harga Bbm semakin menambah beban hidup warga.Dengan nada yang sangat berat H usa menyampaikan pesan kepada para kader pks. Pertama, h usa dan keluarga sangat berterima kasih pada pks yang berkenan mengadakan baksos di area ini. "Tentunya ini sangat kami nanti, kami bisa periksa kesehatan gratis dg pks"imbuhnya. Kedua, "kami harapkan bantuan supaya listrik ini, bisa masuk kembali ke daerah kami. Minimal untuk anak-anak supaya bisa belajar. Moga pks bisa membantu kami"imbuhnya. SyamsudIn arfah selaku CAD no 1 dr pks di dapil 1 tarakan timur menyampaikan "permaSalahan warga disini menurut saya ada 2. Pertama, masalah dengan. Wkp pertamina yang tidak memberikan hak kepemilikan, namun hanya hak guna tanah ini yang menjadi dasar proses penyambungan listrik warga sangat terhambat. Tidak ada IMB tidak ada penyambungan."terang Aleg PKS dua periode dari dapil tarakan timur ini. "kedua, krisis listrik yang melanda tarakan belum mendapatkan solusi yang baik. Krisis listrik yang menjadi permasalahan serius pemerintahan kota pasti membawa dampak pada warga yang memiliki masalah dengan perijinan.seperti disini" imbuhnya. Syamsudin arfah menambahkan "kita berharap banyak pada walikota yang baru memiliki kebijakan yang lebih berani baik dalam masalah listrik atau masalah-masalah yang melanda warga seperti daerah ini. Kita ambil contoh paling gampang saja bahwa dua gedung megah didepan yaitu KPU dan indoor (tenis telaga kramat) bisa terealisasi di lokasi yang sama dengan warga disini". Ketika disampaikan apakah selama 10 tahun terakhir masalah yang dihadapi warga di area wkp pertamina sudah dicari solusinya. Beliau menjawab sudah sering dilakukan mediasi oleh dprd dalam hal ini komisi I. Namun memang mengatasi hal seperti ini perlu kebijakan yang berani dari walikota. Kita berharap banyak pada walkot yang baru" jawab syamsudin menegaskan. Tantangan PKS kedepan adalah membuat peta baru bagi kota tarakan untuk mencari solusi yang lebih komprehensif dan akurat. Tantangan PKS adalah menjadi solusi bagi lahirnya tarakan baru, membumikan slogan kebanggaan warga tarakan "the litle singapore". Membumikan kota tarakan yang nyaman dan aman, rukun, sejahtera dan modern, kota impian yang bisa mewujudkan semua cita-cita anak negeri. Disini dari baksos kecil, dipinggiran kota kita menemukan harapan baru, semangat untuk kembali bekerja dengan cinta, kerja dan harmoni. Menuju kebangkitan indonesia gelombang ketiga.(tim media)