
Bulan juli dan agustus ini adalah bulan yang berat bagi farmasist baru. atau malah akan berlanjut 2-3 bulan kedepan. fenomena
job-seeker dengan segala pernak perniknya meninggalkan ruang perasaan berbeda-beda tiap individu. Ada yang
hiperphobia, sehingga sampe pusing mondar-mandir kampus-rumah-kampus (walaupun ndak kuliah lagi). Kemandirian yang di ajarkan para dosen entah pergi kemana. pertanyaanya kenapa hal ini terjadi? jangan menyalahkan nasib karena kita selalu diajari untuk menjemput nasib baik. Apakah Pharmacist kita tidak siap pakai? atau masalah Loker?
Industri Farmasi.....
Sekarang ini ada sekitar 244 industri farmasi di Indonesia, 201 industri lokal dan 33 industri multinasional. Produk obat yang mereka hasilkan 1300 item obat. dan ternyata dari seluruh total penjualan obat di indonesia hampir didominasi sepuluh industri terbesar indonesia yaitu : sanbe farma, kalbe farma, dexa medika, tempo scan, bintang 7, pfizer, kimia farma, konimex, indopharma dan phapros. Menurut majalah SWA sepuluh inilah raksasa penguasa obat indonesia yang memiliki Rp 20,867,77 Miliar uang obat yang muter di negeri ini. Dengan adanya kebijakan Mapping industri farmasi dimana yang kelas C dan D bila tidak bisa dibina akan dibinasakan, maka iklim kompetisi di Industri akan memanas. Moga aja dengan target GP farmasi bahwa 2010 industri yang memenuhi GLP akan meningkat akan mengangkat jumlah Loker yang akan diisi para fresh graduate, namun dalam jangka pendek keliatanya kurang menguntungkan karena Industri akan memilih meng'aman'kan perusahaan dulu dengan menggunakan orang-orang yang lebih berpengalaman, dan emang begitu fenomenanya sekarang,
keliatanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar