Kamis, September 18, 2008
Man propose but God dispose
Perencanaan memegang peranan yang sangat penting dalam setiap program, aktifitas, ataupun perencanaan masa depan. Perencanaan adalah perwujudan konkrit dari niat. Seseorang yang bener-bener berniat melanjutkan study maka ia akan mengukur dirinya, mengukur finance-nya, mengukur lingkungannya, mengukur waktunya, untuk mensukseskan cita-citanya. Proses mengukur, menimbang, dan memilih alternative, dan mengantisipatif ini proses perencanaan.
Seorang pemuda berprofesi sebagai apoteker. Ia mendapatkan gaji sebesar 1,2 juta setiap bulan dan mendapatkan tunjangan gaji ke 13 setiap tahun. Insentif diberikan perusahaan sebesar 100 ribu perbulan dan premi 75 ribu. Ia berencana menikah dan menetap dirumah sendiri. Selain itu dia berencana pula melanjutkan studi pasca sarjana disalah satu universitas negeri antahberantah. Maka perhitungannya sbb :
Pendapatan :
Gaji : 1.200.000 x 13 = 15.600.000
Insentif : 100.000 x 12 = 1.200.000
Premi : 75.000 x 12 = 900.000
Total pendapatan = 17.700.000
Perencanaan pengeluaran :
Sepeda motor : 400.000 x 12 = 4.800.000
Bensin : 12.000 x 15 kali isi x 12 = 2.160.000
Uang makan : 15.000 x 30 x 12 = 5.400.000
Beras : 100.000 x 12 = 1.200.000
Telp : 150.000 x 12 = 1.800.000
Kontrak rumah per tahun = 5.000.000
Dana tak terduga : 200.000 x 12 = 2.400.000
Total pengeluaran dengan kemampuan saving 10 %
= 22.760.000 x 1.1 = 25.036.000
Kalo perhitunganya sampai sini :
Kekurangan dana : 25.036.000 – 17.700.000 = 7.336.000 per tahun
Atau 612.000 per bulan
Maka alternatif solusinya :
Pindah pekerjaan,
Kerja paroh waktu di toko, apotek lain, atau
Buka usaha sendiri ; bisa jualan buku, baju, buka toko dirumah, menjahit, dll
Bisnis dunia maya ; menjadi marketer produk lokal di internet, jasa translate online.
Mengurangi pengeluaran untuk kontrak rumah
Menggunakan dana tidak terduga dan saving 10% untuk investasi saham, obligasi, atau surat berharga lain
Menikah dengan istri yang berpenghasilan (bisa share..)
Kalo dilanjutkan :
Dana kuliah pasca sarjana ; 40.000.000 / 2 tahun = 20.000.000
Dana tesis ; 10.000.000 / 2 tahun = 5.000.000
total dana studi ; 25.000.000 per tahun
defisit anggaran berubah menjadi ; 7.336.000 + 25.000.000 = 32.336.000
atau defisit anggaran 2.695.000 per bulan
artinya pemuda tadi perlu :
Menahan keinginannya untuk melanjutkan studi
Membuat usaha mandiri dengan penghasilan (2.695.000 + 1.375.000 = 4.070.000)
per bulan
Memutar otak dengan pertaruhan dana saving 10% dan dana tak terduga (tapi ini terlalu beresiko)
Mencari beasiswa untuk studi
Dalam membuat perencanaan selalu ada faktor ketidakpastian, semakin panjang tempo rencana (ramalan) semakin besar. Kebanyakan orang enggan untuk membuat rencana karena besarnya faktor ketidakpastian ini. (walaupun ketidakpastian itu sendiri bisa kita prediksi). Maka setelah menetapkan rencana sewajarnyalah kita menyandarkan diri pada yang maha menguasai ketidakpastian tadi. Bismillahi tawakkaltu ’alalLah laa haula walaa quata illa bilLah...
” Man propose but God dispose ”, bagaimana pendapat anda??
Seorang pemuda berprofesi sebagai apoteker. Ia mendapatkan gaji sebesar 1,2 juta setiap bulan dan mendapatkan tunjangan gaji ke 13 setiap tahun. Insentif diberikan perusahaan sebesar 100 ribu perbulan dan premi 75 ribu. Ia berencana menikah dan menetap dirumah sendiri. Selain itu dia berencana pula melanjutkan studi pasca sarjana disalah satu universitas negeri antahberantah. Maka perhitungannya sbb :
Pendapatan :
Gaji : 1.200.000 x 13 = 15.600.000
Insentif : 100.000 x 12 = 1.200.000
Premi : 75.000 x 12 = 900.000
Total pendapatan = 17.700.000
Perencanaan pengeluaran :
Sepeda motor : 400.000 x 12 = 4.800.000
Bensin : 12.000 x 15 kali isi x 12 = 2.160.000
Uang makan : 15.000 x 30 x 12 = 5.400.000
Beras : 100.000 x 12 = 1.200.000
Telp : 150.000 x 12 = 1.800.000
Kontrak rumah per tahun = 5.000.000
Dana tak terduga : 200.000 x 12 = 2.400.000
Total pengeluaran dengan kemampuan saving 10 %
= 22.760.000 x 1.1 = 25.036.000
Kalo perhitunganya sampai sini :
Kekurangan dana : 25.036.000 – 17.700.000 = 7.336.000 per tahun
Atau 612.000 per bulan
Maka alternatif solusinya :
Pindah pekerjaan,
Kerja paroh waktu di toko, apotek lain, atau
Buka usaha sendiri ; bisa jualan buku, baju, buka toko dirumah, menjahit, dll
Bisnis dunia maya ; menjadi marketer produk lokal di internet, jasa translate online.
Mengurangi pengeluaran untuk kontrak rumah
Menggunakan dana tidak terduga dan saving 10% untuk investasi saham, obligasi, atau surat berharga lain
Menikah dengan istri yang berpenghasilan (bisa share..)
Kalo dilanjutkan :
Dana kuliah pasca sarjana ; 40.000.000 / 2 tahun = 20.000.000
Dana tesis ; 10.000.000 / 2 tahun = 5.000.000
total dana studi ; 25.000.000 per tahun
defisit anggaran berubah menjadi ; 7.336.000 + 25.000.000 = 32.336.000
atau defisit anggaran 2.695.000 per bulan
artinya pemuda tadi perlu :
Menahan keinginannya untuk melanjutkan studi
Membuat usaha mandiri dengan penghasilan (2.695.000 + 1.375.000 = 4.070.000)
per bulan
Memutar otak dengan pertaruhan dana saving 10% dan dana tak terduga (tapi ini terlalu beresiko)
Mencari beasiswa untuk studi
Dalam membuat perencanaan selalu ada faktor ketidakpastian, semakin panjang tempo rencana (ramalan) semakin besar. Kebanyakan orang enggan untuk membuat rencana karena besarnya faktor ketidakpastian ini. (walaupun ketidakpastian itu sendiri bisa kita prediksi). Maka setelah menetapkan rencana sewajarnyalah kita menyandarkan diri pada yang maha menguasai ketidakpastian tadi. Bismillahi tawakkaltu ’alalLah laa haula walaa quata illa bilLah...
” Man propose but God dispose ”, bagaimana pendapat anda??
Langganan:
Komentar (Atom)